Oktrouble
Still wonderung what was love until i met this guy. Menurut ku cinta itu saat mampu untuk memberikan segalanya tanpa harus dibalas yang sama. YES! that is yang aku selalu lakukan, selama 2 tahun ini. Mungkin bisa lebih.
Saat sedang jatuh cinta serasa semua itu akan abadi dan selama nya milikku.Aku dan dia akan bersama, menggapai mimpi bersama, saling mendukung, tertawa bersama, menangis bersama. Dan ya kita sudah melakukan itu semua. Dan hingga waktu yang telah ditentukan oleh takdir, semua yang ada dikalimat pertama paragraf ini ternyata tidak bisa dilakukan. Tentunya bukan karena kami tidak saling cinta,we do. Kita masih saling, tapi dalam diam dan dalam jarak. Entah akan bertemu lagi atau tidak, kembali lagi kepada takdir.
Disini,aku bercerita up and down hubungan ku yang sangat disayangkan dihentikan oleh takdir. Bahkan saat menulis ini pun aku menangis dan masi belum bisa menerima takdir. Tapi bagaimana lagi, allah pasti ngasi jalan kata lelaki itu. kalau berjodoh pasti allah mengatur jalannya, katanya lagi. Memang semudah itu mengeluarkan kata, baginya. Aku menerima kata kata itu, walau di dalam diriku masih berontak atas semua keadaan yang terjadi, masi sama dengan sekarang, belum bisa menerima takdir.
Giring nidji was right " cinta kan selalu abadi, walau takdir tak pasti. Kau selalu dihati " Kamu akan selalu ada dihati, mungkin bisa dibilang cinta ku habis untuk lelaki ini. Bagaimana bisa perjalanan yang masi jauh, masi di umur 20 tahun dan cinta ku sudah habis untukmu. APakah akan bertahan untuk bisa memberikan sisa nya untuk oranglain walau tak seperti cinta ku kepada kamu.Semoga bisa.
Kamu tau sebelumnya pun kita pernah berpisah untuk intropeksi.Kamu tau betapa terpuruknya aku, pun sama dengan sekarang, bahkan lebih. Asalkan kamu tau, betapa terpuruk dan putus asa nya aku, doa disetiap solat ku hanya meminta untuk dilapangkan dada ku atas semua yang terjadi, aku meminta untuk dikuatkan hati ku atas semua yanng terjadi. Aku tidak pernah meminta mu untuk terus mencintaiku dan kembali, karena aku sadar, aku tau bahwa dari awal mungkin bukan aku yang kamu cari, yang kamu butuhkan. Seperti yang kamu bilang, kamu hanya merasa kasian. Aku jauh dari yang kamu inginkan, yang kamu harapkan, tapi kamu memaksa untuk bersama aku, hingga pada akhirnya kamu merasakan sendiri, bahwa aku memang bukan perempuan baik baik seperti perempuan mu sebelum sebelumnya. Aku minta maaf, karena aku kira kamu memang benar tulus dan mencintaiku. Itu lah titik insecure tertinggi ku hingga saat ini.
Dulu kelemahan kita adalah tidak bisa komunikasi dengan baik. Tapi sekarang kita sudah bisa berkomunikasi dengan baik tapi kita belum bisa untuk saling memahami. Tapi aku rasa aku sudah banyak memahami mu, pun sebaliknya. Tapi terkadang kita tidak semudah itu untuk mehami maksudnya. Dulu aku takut banget buat ngutarain yang aku rasakan dan kamu selalu bilang jangan dipendem bilang aja, dan pas aku udah bilang tapi kamu jarang buat memahami yang aku rasakan dan berakhir kita berantem. Aku akui aku pun begitu, tapi aku tidak separah kamu, kurasa.
Boy, Sibukmu mana yang tidak aku mengerti? kurang mu mana yang tidak aku terima? Egomu mana yang tidak ku pahami? Cerita mana yang tidak aku dengarkan? Kesalahan mana yang tidak aku maafkan? Kadang kamu anya memikirkan dirimu tanpa melihat aku mikirkan diri melihat aku.Aku selalu berfikir apalagi yang bisa aku lakuin buat membuat kamu bertahan sama aku. Tapi selalu sama, kita selalu berakhir karena salah aku. Aku pembelaan pun kamu akan tetap bilang bahwa aku yang salah. Aku selalu memikirkan gimana lagi ya buat kamu bertahan, harus sesabar apalagi ya aku biar kamu bertahan, ternyata mau sekeras apapun aku pertahanin hubungan ini, sekeras apapun aku menahan kamu untuk tidak pergi,kalau memang kamu ingin pergi, kamu pergi.
Terimakasih, sudah menjadi pelaran paling berharga di hidupku.Jaga diri baik baik, semoga kerjaan kamu sukses dan bisa bahagia dengan pilihanmu.
Sayang, you'll be in my heart forever.
Salam rindu, Gilda Reviola
Komentar
Posting Komentar